Sabtu, 04 Februari 2012

Gaharu

Gaharu adalah kayu yang paling langka dan paling berharga di planet ini, dihargai karena kekayaan, indah dan healingfragrance. Agarwood, menjadi sangat langka dan seringkali sulit untuk mendapatkan, memiliki nilai ini dipatok pada 1,5 kali lebih dari emas!

Gaharu memiliki banyak nama, di atas adalah beberapa resinous ini, harum dan sangat berharga heartwood diproduksi oleh Aquilaria malaccensis dan spesies lain dari genus Aquilaria pohon Indomalesian. Kekayaan nama untuk gelap ini dan berat kayu (nama Cina-nya secara harfiah berarti 'kayu yang tenggelam') mencerminkan luas dan beragam penggunaan selama ribuan tahun.
Agarwood menenangkan sistem saraf, mengusir energi negatif, membawa kewaspadaan, mengurangi kecemasan, memanggil rasa kekuatan dan kedamaian dan meningkatkan fungsi otak. Ini memudahkan neurosis dan perilaku obsesif dan membantu menciptakan harmoni di rumah Anda.
Agarwood sangat psikoaktif. Ini digunakan untuk perjalanan spiritual, pencerahan, kejelasan dan untuk membawa kedamaian yang mendalam diperlukan untuk meditasi. Hal ini direkomendasikan oleh praktisi yang berpengalaman untuk memberikan motivasi dan pengabdian yang diperlukan untuk meditasi. Ini membawa komunikasi dengan transenden, menyegarkan pikiran, tubuh dan jiwa. Dikatakan bahwa doa muncul dengan asap wangi dupa Agarwood membawa doa kepada Sang Pencipta.
Buddha menggunakan Agarwood untuk transmutasi kebodohan. Rahib Tibet menggunakannya untuk membawa energi untuk menenangkan pikiran dan jiwa. Para sufi dan Jepang Agarwood Shaman menggunakan minyak dalam upacara esoterik. Dapat meningkatkan kejernihan mental, membuka mata ketiga dan semua atas charkas sementara menenangkan seluruh sistem.

Apakah Gaharu itu..???

Gaharu adalah resinous kayu dari pohon Aquilaria, sebuah pohon cemara tropis kuno asli India Utara, Laos, Kamboja, Malaysia, Indonesia, Cina dan Vietnam Selatan. Nama ilmiahnya Aquilara malaccensis atau Aquilaria agallocha. Aquilaria pohon yang tumbuh hingga 40 meter dan tinggi 60 cm diameter. Ini beruang beraroma manis, bunga putih salju. Pohon-pohon sering terinfeksi dengan parasit jamur atau jamur, phialophora parasitica, dan mulai menghasilkan resin aromatik sebagai respons terhadap serangan ini. Resin dari pohon dari serangan jamur alami dan respon imun umumnya dikenal sebagai agar-agar.
Jamur dan proses dekomposisi terus menghasilkan yang sangat kaya dan gelap membentuk resin dalam heartwood. Dengan demikian, Agarwood berkembang sangat, sangat perlahan seiring waktu, biasanya beberapa ratus tahun! Bumi ini menghasilkan paling berharga dan minyak suci.
Yang lebih rendah resin yang dibuat oleh sengaja melukai dari pohon Aquilaria; meninggalkan lebih rentan terhadap serangan jamur dengan menggunakan metode yang dipaksakan. Ini biasanya disebut agar dan ditemukan di pohon-pohon ditanam secara komersial. Kaca Stones tidak menggunakan minyak dari metode dipaksa ini.
Agarwood - Fakta Menarik:
Lord Buddha telah mengatakan bahwa bau Agarwood pembakaran "adalah aroma Nirwana". Ini juga merupakan favorit Lord Krishna, yang disebutkan dalam teks-teks tertulis yang tertua - Sansekerta Veda.
Meskipun selatan Jazirah Arab telah lama diidentikkan dengan aromatik, hanya sedikit orang Barat yang akrab dengan Agarwood. Ketidakjelasan ini sebagian disebabkan oleh kelangkaan dan biaya Agarwood.
Agarwood juga telah digunakan dalam hampir setiap tradisi keagamaan di seluruh dunia dan dihormati selama ribuan tahun oleh banyak budaya sebagai bahan dupa paling berharga. Saat itu Agarwood dan kemenyan yang dibakar di pemakaman Yesus upacara. Ayurvedic, Arab, Sufi, Unanai, Tibet dan dokter Cina memiliki semua Agarwood digunakan dalam praktek mereka untuk mengobati berbagai penyakit termasuk penyakit mental.

Raja Louis XIV dari Perancis telah dicuci kemejanya air mawar yang telah Agarwood sebelumnya direbus. Prajurit samurai beraroma baju besi mereka dengan asap Agarwood untuk keberuntungan sebelum pergi ke pertempuran.
Inilah legendaris "pohon dari taman Eden" tempat Adam dan Hawa hanya diizinkan untuk mengambil potongan dari pohon Agarwood.
India Kalidasa penyair pernah menulis: "Cantik wanita, mempersiapkan diri untuk pesta kesenangan, membersihkan dirinya dengan bubuk kuning sandal, jelas dan murni, menyegarkan dada mereka dengan aroma yang menyenangkan, dan suspend rambut gelap mereka dalam asap pembakaran Agarwood .
Agarwood Mesir digunakan untuk membalsem dan mengurapi orang mati.
"Emas hanya debu ketika masih di dalam tanah, dan oud, di negara asalnya, hanya kayu bakar jenis lain." Kedelapan-abad penyair Mesir Muhammad bin Idris al-Syafi'i

Agarwood Uses:
Obat

Tonik, afrodisiak, diuretik, menghilangkan epilepsi, antimikroba, karminatif, anti-asma.
Berguna dalam gangguan saraf, pencernaan, keluhan bronkial, campak, rematik, sakit selama dan setelah melahirkan, kejang pada pencernaan dan sistem pernafasan, demam, sakit perut, asma, kanker, sakit perut, diare, mual, regurgitasi, kelemahan pada orang tua, sesak napas, menggigil, sakit umum dan sirosis hati. Ini juga bertindak sebagai direktur atau focuser untuk obat-obatan lainnya. Telah digunakan sebagai pengobatan untuk tumor paru-paru dan perut.

Perfumery
Resin juga digunakan dalam wewangian. Yves Saint Laurent dan Agarwood Amouage gunakan sebagai dasar dalam parfum yang paling eksklusif.
Kuliner

Digunakan di Malaysia untuk rasa kari dan Taiwan menggunakan Agarwood sebagai bahan aromatik anggur lokal mereka.
Afrodisiak
Agarwood adalah zat perangsang yang paling kuat dari semua minyak esensial.
Insomnia
Valerian adalah komponen alami Agarwood resin dan fungsi untuk meringankan insomnia dan menenangkan sistem saraf sebelum tidur, yang memungkinkan orang untuk memiliki lebih dalam, lagi tidur.

Wicca
Dalam Agarwood Wicca digunakan untuk cinta dan spiritualitas dan disebut untuk di banyak rumus ajaib yang paling kuat untuk menarik seorang kekasih dekat.
Aromatherapy
Kemampuan untuk memohon Agarwoods mendalam relaksasi membuatnya sangat berguna dalam setiap sesi aromaterapi, tetapi terutama efektif di mana kecemasan dan depresi yang hadir. Juga secara luas digunakan sebagai zat perangsang yang efektif.



Gaharu adalah tanaman langka yang dilindungi. 
Sehingga Indonesia sudah kena peringatan CITES, apendix II.
Bagaimana upaya kita untuk menyelamatkan gaharu dari bumi Indonesia ini?
Yang dulu tumbuh subur, namun sekarang sudah sangat susah untuk menjumpai nya.
Dari jaman dahulu juga Indonesia sudah mengenal system export import, hanya saja cara nya yang masih sangat sederhana. Mungkin nenek moyang kita dengan system barter. Misal, dengan bangsa Tar tar, gaharu barter dengan tembikar atau guci. Dengan bangsa Timur tengah, barter dengan Minyak wangi atau sejenis nya.


Padahal, gaharu ini juga adalah sumber bibit minyak wangi. Melihat potensi yang ada, mengapa bangsa ini tidak melirik peluang yang ada. Dengan ber niaga gaharu, dampak positip nya akan memakmurkan masyarakat. Juga mewarisi perniagaan nenek moyang, yang jaman itu adalah jaman kegemilangan Indonesia kuno. Mengapa tidak meneruskan profesi nenek moyang yang gemah ripah loh jinawi, boleh disebut: Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur.

Mari meminjam catatan sejarah sejenak.
Pada tahun 695 Masehi, musafir China bernama I tsing mencatat perjalanan nya. Di negeri Sri wijaya telah ada masyarakat berniaga kayu gaharu ini untuk di jual kepada bangsa Mongolia dengan angkutan kapal perang melayu.
Juga dengan para saudagar dari Gujarat dan Parsi dari Timur tengah.
I tsing ada di kota Palembang papa waktu itu ketika hendak belajar agama Budhis, karena Palembang pada waktu itu pusat pendidikan agama Budhis.

Di Asahan sendiri, nenek moyang orang Asahan juga sudah meniagakan gaharu ini sejak tahun 1451 Masehi. Orang Batak dari Porsea, dari rumpun marga Marpaung dan Hutagalung membawa dari Porsea turun gunung melalui sungai Asahan menuju dermaga Tanjung Balai. Sampai disana dijual ke para pedagang Gujarat dan Parsi juga orang orang Mongol yang ada di selat Malaka, ketika berlayar dari negeri nya. Tersebutlah Datuk Sailan, seorang saudagar gaharu, yang berasal dari rumpun marga Marpaung tadi, menjadi saudagar di Tanjung balai ketika itu.

Berarti para nenek moyang sudah sangat mengenal kayu gaharu ini dengan sebutan aneka bahasa. Orang batak bilang: Hau Alim. Minang: Kayu Kareh, Melayu: Depu atau Karas. Nah, dari aneka bahasa di nusantara ini, membuktikan gaharu sudah dikenal masyarakat nusantara. Mengapa kita para cucu moyang orang nusantara sama sekali 99% tidak mengenal lagi apa itu gaharu. Padahal ini sangat punya nilai historis, ekonomis, upacara agama atau adat, dan budaya.

Ayo, dari cerita diatas, kita bersama sama untuk membangun nusantara / Indonesia ini dengan menghijaukan gaharu di bumi pertiwi ini.
Bersama menciptakan lingkungan yang asri, juga masyarakat yang sejahtera.

Amin.

Tanaman Penghasil Gaharu

Indonesia merupakan negara produsen gaharu terbesar di dunia dengan kualitas terbaik. Pohon-pohon gaharu penghasil gubal (bagian terdalam dari batang pohon gaharu yang warnanya hitam, coklat hitam, coklat kemerahan dengan keharuman yang kuat) terbaik yang sangat sesuai dengan kondisi produksi alami di Indonesia mungkin sudah punah. Yang tertinggal adalah pohon-pohon yang memiliki sifat kerentanan yang lebih tinggi.

Gaharu merupakan komoditi elit hasil hutan bukan kayu yang saat ini diminati oleh konsumen baik dalam maupun luar negeri. Gaharu atau agarwood, aleawood, eaglewood dan jinkoh memiliki nilai jual tinggi. Kelangkaan pohon gaharu di hutan alam menyebabkan perdagangan gaharu asal semua spesies Aqularia dan Grynops di atur dalam CITES (Convention on International trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) dan ekspornya dibatasi dalam kuota.

Saat ini, Indonesia diposisikan untuk mengambil peran aktif dalam menyelamatkan produksi gaharu dengan mengalihkan produksi gaharu alam ke gaharu buatan. Dengan demikian di masa yang akan datang, Indonesia akan memasuki era gaharu budidaya atau mengambil kata yang lebih popular gaharu “non-CITES quota”.

Dengan mengambil tema “Menuju Produksi Gaharu secara Lestari di Indonesia”, Fakultas Kehutanan dan Fakultas MIPA IPB bekerjasama dengan Departemen Kehutanan RI dan didukung oleh Sinarmas Forestry, Perhutani, International Timber Trade Organization, Asgarin dan Yayasan Kehati menggelar Seminar Nasional I Gaharu di IPB International Convention Center (12/11). Tema ini diambil sebagai ekspresi dari keprihatinan masyarakat pemerhati gaharu terhadap tuntutan dunia akan pentingnya produksi gaharu yang lestari di Indonesia.

Hadir dalam acara ini, Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, SE, MM, untuk membuka acara, didampingi Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof.Dr.Ir. Yonny Koesmaryono, Dekan Fakultas Kehutanan IPB, Dr. Hendrayanto, Dekan Fakultas MIPA IPB, Dr. Hasim, pejabat dari Dephut RI, peneliti, dan pemerhati gaharu Indonesia.

Menhut mengatakan kekayaan alam Indonesia harus kita lestarikan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. “Selama ini bagi hasil dari produksi gaharu selalu merugikan petani gaharu. Misal dari hasil penjualan gaharu 40% untuk pemilik modal, 20% untuk pemberi ijin,  sisanya untuk proses produksi dan petani. Ini tidak akan mensejahterakan rakyat,” tambahnya.

Mengingat pengumpul gaharu alami adalah penduduk penghuni sekitar hutan, maka sistem produksi yang akan dikembangkan sebaiknya berbasis masyarakat tepian hutan. Oleh sebab itu tata kelola wilayah yang memberikan insentif pada masyarakat tepian hutan perlu dipertimbangkan.

“Pohon gaharu pasarnya sangat besar. Gaharu yang mengandung “damar wangi” dan bila dibakar mengeluarkan aroma yang khas dapat diolah menjadi minyak gaharu, cindera mata, dupa makmul dan hio, parfum, obat-obatan dan untuk bahan kosmetik. Negara-negara dengan jumlah penduduk yang besar seperti China, India, Pakistan, Bangladesh, Thailand adalah pasar gaharu. Sehingga gaharu perlu dilestarikan dan yang mengembangkannya harus pakar-pakar dari IPB,” ujarnya saat diwawancara.
Sejak tahun 2003, kuota ekspor gaharu menurun terus menjadi sekitar 125 ton/tahun untuk tiap species. Dalam batasan kuota ini, produksi hanya dapat memenuhi sekitar 10-20% permintaan pasar, sehingga peluang pasar masih terbuka.

Menhut menambahkan untuk menjaga kelestarian alam sekaligus keberlanjutan ekspor, selain harus dikonservasi, gaharu juga harus diproduksi secara buatan pada pohon gaharu hasil budidaya. Pohon gaharu telah ditanam lebih dari 1750 ha di seluruh Indonesia dan ini menjadi modal dasar menuju produksi gaharu secara lestari di Indonesia.
Sementara itu, produksi gubal gaharu melibatkan mikroorganisme (sejenis cendawan yakni fusarium dan acremonium). Mekanisme pembentukan oleo resin (damar wangi) gaharu merupakan hasil interaksi antara pohon dan mikroorganisme tadi.

Minggu, 29 Januari 2012

Mempercepat Produksi Gaharu dengan Teknologi Inokulasi

Gaharu merupakan komoditi elit hasil hutan bukan kayu yang saat ini banyak diminati oleh konsumen baik dalam maupun luar negeri. Pemanfaatan gaharu sangat bervariasi dari bahan baku pembuatan dupa, parfum, aroma terapi, sabun, body lotion, hingga bahan obat-obatan sebagai anti asmatik, anti mikrobia, stimulan kerja syaraf, dan pencernaan. Akibat dari pola pemanenan dan perdagangan yang masih mengandalkan alam, beberapa jenis tertentu pohon penghasil gaharu mulai langka dan telah masuk dalam appendix II CITES.
Mengantisipasi kemungkinan pubahnya pohon penghasil gaharu jenis-jenis langka sekaligus pemanfaatannya secara lestari. Badan Litbang Kehutanan melakukan upaya konservasi dan budidaya serta rekayasa untuk mempercepat produksi gaharu dengan teknologi induksi atau inokulasi.
Serangkaian penelitian yang dilakukan Badan Litbang Kehutanan saat ini telah menghasilkan teknik budidaya pohon penghasil gaharu dengan baik, mulai dari perbenihan, persemaian, penanaman, hingga pemeliharaannya. Sejumlah isolat jamur pembentuk gaharu hasil eksplorasi dari berbagai daerah di Indonesia telah teridentifikasi berdasar ciri morfologis. Penelitian yang dilakukan juga telah menghasilkan empat isolat jamur pembentuk gaharu yang telah teruji dan mampu membentuk infeksi gaharu dengan cepat. Inokulasi menggunakan isolat jamur tersebut telah menunjukkan tanda-tanda keberhasilan hanya dalam waktu satu bulan. Ujicoba telah dilakukan di Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Jawa Barat (Sukabumi dan Darmaga), dan Banten (Carita).
Secara teknis, garis besar tahapan rekayasa produksi gaharu dimulai dengan isolasi jamur pembentuk yang diambil dari pohon penghasil gaharu sesuai jenis dan ekologi sebaran tumbuh pohon yang dibudidayakan. Isolat tersebut kemudian diidentifikasi berdasar taksonomi dan morfologi lalu dilakukan proses skrining untuk memastikan bahwa jamur yang memberikan respon pembentukan gaharu sesuai dengan jenis pohon penghasil gaharu agar memberikan hasil optimal. Tahap selanjutnya adalah perbanyakan jamur pembentuk gaharu tadi, kemudian induksi, dan terakhir pemanenan. Untuk saat ini, produksi gaharu buatan yang dipanen pada umur 1 tahun berada pada kelas kemedangan dengan harga jual US$ 100 per kilogram.
Di pasaran dalam negeri, kualitas gaharu dikelompokkan menjadi 6 kelas mutu, yaitu Super (Super King, Super, Super AB), Tanggung, Kacangan (Kacangan A, B, dan C), Teri (Teri A, B, C, Teri Kulit A, B), Kemedangan (A, B, C) dan Suloan. Klasifikasi mutu tersebut berbeda dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang membagi mutu gaharu menjadi 3 yaitu Klas Gubal, Kemedangan, dan Klas Abu. Perbedaan klasifikasi tersebut sering merugikan pencari gaharu karena tidak didasari dengan kriteria yang jelas.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam, Badan Litbang Kehutanan membuka kemungkinan kerjasama pengembangan gaharu kelas bisnis untuk masyarakat umum, mulai dari kegiatan budidaya tanaman penghasil gaharu, rekayasa produksi gaharu, pemanenan, hingga pemasarannya. Penawaran kerjasama dapat disampaikan ke kantor Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Jalan Gunung Batu No. 5 Bogor, Telp (0251) 633234, 7520067, Fax. (0251) 638111.

Kamis, 15 Desember 2011

Kesuburan Biologi (Mikrobiologi)

Tanah dikatakan subur bila mempunyai kandungan dan keragaman biologi yang tinggi

Table 1. Maximum number and biomass (live weight) of soil organisms in a highly fertile grassland soil

Kind of organism
Abundance
(no/m2)
Biomass
(g/m2)
Bacteria
3 x 1014
300
Fungi

400
Protozoa
5 x 108
38
Nematodes
107
12
Earthworms and related forms
105
132
Mites
2 x 105
3
Springtails
5 x 104
5
Other invertebrates (snails, millipedes, etc)
2 x 103
36
From: B.N. Richards (1974) Introduction to the Soil Ecosystem

Organisme (mikroorganisme) tanah penting dalam kesuburan tanah karena

1.    berperan dalam siklus energi
2.    berperan dalam siklus hara
3.    berperan dalam pembentukan agregat tanah
4.    menentukan kesehatan tanah (suppressive / conducive terhadap munculnya penyakit terutama penyakit tular tanah-soil borne pathogen)

1. Siklus energi

-         Sumber energi utama adalah matahari yang diubah oleh tanaman melalui proses fotosintesis menjadi bahan organik
-         Beberapa mikroorganisme mampu melakukan fotosinthesis (menangkap energi matahari: algae)
-         Sumber energi yang lain adalah hasil oksidasi-reduksi mineral anorganik: S dan Fe
-         Energi dalam bahan organik dimanfaatkan oleh organisme/mikroorganisme
-         Organisme dekomposer: milipede dll.
-         Mikroorganisme dekomposer: jamur dan bakteri
-         Mikroorganisme yang tumbuh di rhizosfer memanfaatkan energi dalam eksudat akar: bakteri Azotobacter

Sabtu, 22 Oktober 2011

Turi Mini (Sesbania rostrata) dan Azolla dapat Mensubstitusi Sebagian Pupuk Nitrogen


Turi mini (Sesbania rostrata) merupakan tanaman famili leguminoceae perdu lunak yang ditanam melalui biji. Pada umur 45 hari tinggi tanaman relative pendek yaitu sekitar 30-40 cm dengan lebar tajuk 20 cm. Tanaman ini mempunyai bintil-bintil pada akar dan batang yang mengandung bakteri Rhizobium yang dapat menambat Nudara. Daya menambat N turi mini mencapai 4,7% lebih besar dari anggota famili Fabiaceae seperti kacang tanah dan kedelai. Turi mini mampu menambat N berkisar 56 – 150 kg per ha. Kelebihan lain dari turi mini ini adalah dapat meningkatkan efisiensi penyerapan nitrogen dan fosfor di dalam tanah. Peningkatan efisiensi penyerapan N mencapai 25% dan terjadi peningkatan kandungan N tanah serta peningkatan penyerapan P yang berpengaruh positif mempercepat pembungaan padi sekitar 7 -10 hari

Kulit Buah Manggis Instan BB-Pascapanen Curi Perhatian Pengunjung PF2N Batam


Minuman KBM instan, salah satu inovasi teknologi dan produk unggulan BB-Pascapanen, berhasil mencuri perhatian pengunjung Pekan Flori Flora Nasional (PF2N) di Batam pada pertengahan Juli 2010 yang lalu. Tidak seperti minuman KBM lainnya yang beredar, teknologi baru yang dihasilkan tim peneliti BB-Pascapanen dibawah koordinator Asep W Permana, MSi. tersebut sangat diminati dan dapat diterima pengunjung karena rasa pahitnya sangat berkurang.
Seperti telah populer, KBM atau kulit buah manggis mengandung xanton, antosianin dan tanin. Produk KBM menjadi incaran pengusaha sebab saat ini menjadi tren penggunaan antioksidan sebagai suplemen maupun terapi berbagai penyakit terutama kanker. Bubuk KBM instan dapat pula digunakan sebagai kosmetika, herbal-jamu, suplemen, pewarna dan pengawet.
Umumnya kulit buah manggis diproduksi dengan bahan baku kulit manggis segar, tetapi teknologi yang dikembangkan BB-Pascapanen menghasilkan bubuk KBM instan dari kulit kering. Salah satu keuntungan penggunaan bahan baku kulit manggis kering adalah pengolahan dapat berlangsung kapan saja, tidak tergantung musim buah manggis. Yang penting, saat musim manggis tiba, kulit buah dikumpulkan dan dikeringkan.
Keunggulan bubuk KBM instan adalah penggunaannya yang lebih luas dan mudah, antara lain untuk minuman instan, bahan obat herbal atau jamu, campuran kosmetik, pewarna dan pengawet makanan. Selain itu, bubuk KBM instan memiliki daya simpan lama; mudah disimpan dan didistribusikan; senyawa yang tidak diinginkan (resin, serat) sudah minimal; serta mengandung antioksidan dan kapasitas antioksidan tinggi. Hasil analisis tiap gram bubuk KBM instan menunjukkan kadar antosianin 1,13 mg, kadar fenol 8,49 mg, kadar xanton (alfa mangostin) 0,59 mg, dan kapasitas antioksidan 19,72 mg AEAC. Hal ini berarti, dalam 1 gram bubuk KBM instan setara dengan 19,72 vitamin C.
Saat ini teknologi proses pembuatan KBM instan telah dipatenkan dan terbuka dilisensikan kepada pihak swasta yang berminat. Dalam skenarionya, kerja sama lisensi produksi bubuk KBM instan tersebut melibatkan berbagai pihak, antara lain petani/kelompok tani, BB-Pascapanen dan pengusaha.
Secara sederhana, petani/kelompok tani dapat membuat KBM kering atau tepung halus KBM yang kemudian menjadi bahan baku industri bubuk KBM instan yang dikembangkan swasta dengan teknologi dari BB-Pascapanen. Teknik mengolah KBM kering dan tepung halus KBM tidak sulit dan dapat dikuasai petani, kelompok usaha, atau rumah tangga dengan mudah setelah dilakukan pelatihan. Dalam kerja sama tersebut BB-Pascapanen dapat mengawal teknologi hingga produksi berhasil.
Daerah sentra buah manggis yang sudah menyatakan minatnya untuk bekerja sama adalah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Sukabumi. Rencananya akan direalisasikan pada tahun anggaran 2011. Sekedar diketahui, setelah proses pemilihan/sortasi dan grading buah manggis untuk ekspor, masih terdapat buah manggis off grade dalam jumlah besar yang bisa diolah menjadi jus manggis dan bubuk KBM instan.
Sumber: diolah dari situs web BB-Pascapanen

Senin, 03 Oktober 2011

Tanaman Lidah Mertua Dan Manfaatnya



 Lidah Mertua
Tanaman Lidah Mertua

Tanaman Lidah Mertua (Sanseveira trifasciata ) adalah tanaman hias yang sering kita jumpai karena tanaman lidah mertua ini banyak terdapat di para penjual tanaman hias.
Entah bagaimana asalnya sehingga tanmaman ini di namai Lidah Mertua, mungkin anda bisa mengartikannya...he..he...

Tapi siapa sangka jika tanaman ini ternyata mempunyai manfaat yang sangat besar bagi kesehatan kita. Menurut penelitian yang di lakukan NASA ( Badan Penerbangan Antariksa Amerika Serikat )  Tanaman Lidah Mertua dapat menyerap gas beracun sejenis karbon monoksida yang terdapat dalam asap rokok.Nah bagi anda yang suka dengan 
Pola Hidup Sehatjangan lupa untuk merawat tanaman Lidah Mertua ini di rumah anda.

Tanaman Lidah Mertua ini mnyerap gas beracun ketika dalam proses " pernapasan ". Tanaman menyerap karbon dioksida dan mengelurkan oksigen. Gas beracun tersebut kemudian dikirim ke akar tempat mikroba melakukan proses detoksifikasi.

Penelitian itu sejalan dengan temuan seorang profesor biologi di Jepang. Oleh sebab itulah masyrakat negeri sakura itu berbondong-bondong membeli tanaman Lidah Mertua ini. Nah jika anda ingin meminimaliasi racun dari asap rokok untuk keluarga anda, sebaiknya anda budidayakan tanaman Lidah Mertua ini di rumah anda.