Tampilkan postingan dengan label Perkebunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perkebunan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Agustus 2011

Budidaya Tanaman Buah sawo

Deskripsi:
  • Famili Sapotaceae.  Tanaman perennial, batang berkayu keras, dengan sistem percabangan cukup rapat dapat mencapai ketinggian 20 m.  Daun sawo berbentuk bulat memanjang, tumbuh menggerombol pada bagian ujung ranting.  Warna daun hijau mengkilap di bagian atas dan hijau muda tua kecoklatan di bagian bawah tergantung jenisnya.  Bentuk buah mulai bulat, bulat telur sampai bulat memanjang.  Warna kulit buah matang coklat, coklat kekuningan, coklat kemerahan, atau hijau.
Jenis:
  • Sawo Manila (Manilkara zapota)
    Berbentuk lonjong, daging buah cukup tebal dan banyak mengandung air.  Sawo yang termasuk kelompok sawo manila :
    • Sawo Kulon
      Buah lonjong, biji banyak, bergetah dan relatif tahan lama disimpan.
    • Sawo Betawi
      Buah lonjong besar, tidak bergetah maupun berbiji dan rasanya manis namun kurang tahan lama disimpan karena daging buah yang lembek
    • Sawo Karat
      Buah agak lonjong besar, kulit tebal dan kasar, berbintil-bintil kecil.  Dipanen dalam stadium masih mentah, bila masak di pohon akan berkerut-kerut.
    • Sawo Malaysia
      Buah lonjong besar dan rasanya manis.
  • Sawo Apel
    Berbentuk bulat atau bulat telur (mirip apel), berukuran kecil hingga agak besar dan bergetah banyak.  Sawo yang termasuk kelompok sawo apel :
    • Sawo Apel Kelapa
      Buah bulat kecil, kulit tebal, bergetah, berbiji banyak dan tahan disimpan.
    • Sawo Apel Lilin
      Buah agak besar, bulat, daging buah agak keras seperti mengandung pasir.
  • Sawo Duren (White Sapota (Ingg.), Casimiroa edulis La Llave (Latin))
    Sawo duren memiliki aroma seperti durian.  Buah bulat berukuran agak besar hingga besar, kulit buah halus dan licin, dan warna daun mirip tanaman durian.
    • Sawo Duren Hijau
    • Sawo Duren Merah
Syarat Tumbuh:
  • Dapat tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 700 m dpl.  Curah hujan 2000 mm- 3000m/tahun, suhu 22 o – 32 o C, toleran terhadap naungan.  Tanah subur, gembur, banyak mengandung bahan organik dengan pH 6-7.
Pembibitan:
  • Biji
    Pembibitan asal biji memerlukan waktu yang lama hingga siap tanam.  Selain itu tanaman yang berasal dari biji mulai berbunga pada umur sekitar 6-10 tahun.
  • Penyambungan
    Praktek penyambungan tanaman sawo masih jarang dilakukan, namun dilaporkan penyambungan sawo dengan batang bawah melali/bassi menunjukkan kecocokan namun kurang berhasil dalam produksi buah.  Mulai berbunga pada umur 4-6 tahun.
  • Pencangkokan
    Pencangkokan banyak dilakukan oleh para penangkar bibit tanaman buah-buahan.  Bibit asal cangkokan dapat mulai berbuah pada umur kurang dari setahun.
Hama dan Penyakit:
  • Lalat buah (Dacus dorsalis) dapat menyebabkan kerusakan pada buah
  • Kutu bubuk dan Aphid nerusak daun, pucuk, bunga dan buah muda.
  • Penyakit jambu (Corticium salmonicolor) mematikan cabang yang terserang
  • Penyakit bercak daun (Phaeopheospora indica)

Budidaya Pohon jeruk



Cara Menanam pohon jeruk purut nipis, jeruk sankis, jeruk limo, dan lain sebagainya, bagi yang tidak tahu teknik ini mungkin membingungkan, karena sebagian mereka yang sudah menanam pohon jeruk kebanyakan setelah pohon di tanam beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian pohon jadi mati, kasus ini dijumpai akibat pohon jeruk tidak dirawat dan akhirnya terkena Virus. Virus di sini bukan virus AIDS HIV atau flu babi dan bukan juga Virus computer seperti conflicker, kangen, atau brontoks, atau virus HP nokia seperti Guardian. Tapi ini adalah virus yang menyerang pohon jeruk yang bisa mengakibatkan pohon menjadi kering dan akhirnya mati.

Berikut adalah langkah cara menanam pohon jeruk.
  1. Siapkan Pohon jeruk bisa anda beli di tukang bibit
  2. Siapkan lahan untuk ditanami jeruk, misalnya kebun, halaman depan atau belakang rumah.
  3. Atur dan ukur jarak pohon dengan luas tanah, dan jarak antar pohon 3-4 meter
  4. Gali tanah ukuran lebar 1x1 meter dengan kedalaman 1 meter.
  5. Masukan jerami atau daun-daunan kering kemudian bakar sampai menjadi abu. Berfungsi untuk membuang unsur hara dari tanah. Lebih bagus lubang di biarkan terbuka terkena matahari selama 1-2 minggu.
  6. Masukan pasir kira-kira 10-20 cm. berfungsi untuk mempercepat akar berkembang.
  7. Masukan tanah yang sudah di campur dengan dedak atau bekas penggilingan padi dan pupuk kandang. Misalnya kotoran ayam atau kotoran kambing. Bisa juga ditambah dengan menggunakan pupuk NPK
  8. Jika ada, setiap per-20 cm tumpukan tanah dikasih jerami. Ini berfungsi untuk mempercepat akar berkembang.
  9. Tumpukan tanah harus lebih tinggi dari permukaan tanah kira-kira 20-40 cm.
  10. Buka plastic/polybag hati-hati jangan sampai akar patah.
  11. Sebelum dimasukan ke dalam galian, cari akar tunggal jeruk tersebut, kemudian potong sedikit menggunakan gunting atau pemotong pohon. Ini berfungsi agar akar jeruk berkembang ke samping.
  12. Masukan bibit jeruk di atas galian. Dan tutup dengan tanah.
  13. Buat parit/saluran air di sekitar pohon kira-kira 1 meter dari batang pohon.
  14. Kemudian siram, dan berdoalah supaya tumbuh bagus.
Perawatan:
Untuk merawat pohon jeruk adalah yang paling mudah namun paling ribet dilakukan karena butuh ketelitian dan keuletan.
  1. Penyiraman Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore jika masih dalam taham pertumbuhan, jika sudah tumbuh bisa dilakukan 1-3 hari sekali.
    Saat menyiram pohon, air JANGAN terkena batang pohon, siramlah tanah di sekitar batang saja.
  2. PemupukanLakukan pemukukan saat pohon berumur di atas 5 bulan dan setelah itu lakukan setiap 3-4 bulan sekali, dengan menggunakan pupuk Urea, KCL, dan TSP. lebih bagus jika menggunakan pupuk organic.
  3. Saat buah pertama.Saat pohon jeruk pertama kali berbuah, kira-kira sebesar ibu jari lakukan pembuangan dengan perbandingan 1:3 maksudnya jika buah jeruk dalam satu batang terdapat 10 biji maka yang dibuang adalah 7 dan dibiarkan besar adalah 3 buah. Ini berfungsi untuk mengontrol pertumbuhan berikutnya. Saat membuang buah jangan menggunakan tangan atau dipetik tapi gunakan alat pemotong ranting. Potonglah pada rantingnya.
  4. Perawatan batang pohon,Ini yang paling penting dari merawat jeruk. Jaga dan bersihkan batang pohon paling bawah jangan sampai terkena air atau semut. Dengan cara melapnya dengan kain berbahan kaos yang basah, gosok sampai batang pohon benar-bener bersih, tapi jangan sampai warna kulit dalam pohon yang berwarna hijau tergores.
    Hindari pohon dari serbuan semut atau serangga lainnya. Ini berfungsi untuk menghindari gangguan dari virus yang bisa membuat pohon jeruk jadi kering dan mati.
  5. Memotong rantingSaat memotong ranting jangan sekali-kali menggunakan tangan atau alat yang bisa membuat jeruk terluka. Gunakan pemotong batang pohon agar batang pohon tidak infeksi. Lakukan pemotong dengan cara memotong tegak lurus vertical dan berbentuk lancip, intinya jangan sampai saat hujan air hujan mengendap pada dahan bekas potongan yang bisa mengakibatkan batang jeruk infeksi.

Budidaya Tanaman Jeruk




1.SEJARAH SINGKAT

Tanaman jeruk adalah tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia. Cina dipercaya sebagai tempat pertama kali jeruk tumbuh. Sejak ratusan tahun yang lalu, jeruk sudah tumbuh di Indonesia baik secara alami atau dibudidayakan. Tanaman jeruk yang ada di Indonesia adalah peninggalan orang Belanda yang mendatangkan jeruk manis dan keprok dari Amerika dan Itali.
2.JENIS TANAMAN

Klasifikasi botani tanaman jeruk adalah sebagai berikut:
Divisi: Spermatophyta
Sub Divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledonae
Ordo: Rutales
Keluarga: Rutaceae
Genus: Citrus
Species: Citrus sp.
Jenis jeruk lokal yang dibudidayakan di Indonesia adalah jeruk Keprok (Citrus reticulata/nobilis L.), jeruk Siem (C. microcarpa L. dan C.sinensis. L) yang terdiri atas Siem Pontianak, Siem Garut, Siem Lumajang, jeruk manis (C. auranticum L. dan C.sinensis L.), jeruk sitrun/lemon (C. medica), jeruk besar (C.maxima Herr.) yang terdiri atas jeruk Nambangan-Madiumdan Bali. Jeruk untuk bumbu masakan yang terdiri atas jeruk nipis (C. aurantifolia), jeruk Purut (C. hystrix) dan jeruk sambal (C. hystix ABC).

Jeruk varietas introduksi yang banyak ditanam adalah varitas Lemon dan Grapefruit. Sedangkan varitas lokal adalah jeruk siem, jeruk baby, keprok medan, bali, nipis dan purut.
3.MANFAAT TANAMAN

1)Manfaat tanaman jeruk sebagai makanan buah segar atau makanan olahan, dimana kandungan vitamin C yang tinggi.
2)Di Beberapa negara telah diproduksi minyak dari kulit dan biji jeruk, gula tetes, alkohol dan pektin dari buah jeruk yang terbuang. Minyak kulit jeruk dipakai untuk membuat minyak wangi, sabun wangi, esens minuman dan untuk campuran kue.
3)Beberapa jenis jeruk seperti jeruk nipis dimanfaatkan sebagai obat tradisional penurun panas, pereda nyeri saluran napas bagian atas dan penyembuh radang mata.